35 Kg Ganja Nyaris Lolos 24 Kg Berhasil di Tangkap Polres Sergai

0
92

 

Kapolres Sergai AKBP. Eko Suprihanto bersama dua tersangka dan barang bukti saat  di paparkan

NN-SERGAI- Sat Intel Polres Sergai berhasil mengendus penyelundupan ganja kering asal Aceh, tak tanggung-tanggung Sat Intel bersama Sat Narkoba Polres Sergai berhasil mengamankan 24 Kg ganja dan 2 tersangka, setelah di lakukan pengembangan 11 Kg ganja yang telah lolos berhasil di amankan di Labuhan Batu.

Dalam paparan yang dilakukan Kapolres Sergai AKBP. Eko Suprihanto SH.Sik.MH di dampingi Kasat Narkoba Polres Sergai AKP. Ras Maju Tarigan serta Kabag Humas AKP. Jasmoro dan KBO Sat Intel Polres Sergai IPTU. T Sihombing  Jumat ( 10/3) di halaman Mapolres Sergai kedua tersangka IR  (20) dan M (22) keduanya warga Desa  Gampong Sawang, Kec Sawang, Aceh Utara  memawa 24 Kg  dari Aceh dengan tujuan Riau menggunaka Bus Rapi BK 7205 UA .

Sat Intel yang mendapat informasi itu akhirnya  berhasil memberhantikan Bus Rapi tepat  depan Kantor Polres Sergai, Desa Firdaus, Kec Sei Rampah, Sergai Kamis (9/3) sekira pukul 14:00 WIB, setelah di lakukan pemeriksaan di temukan 24 bal ganja seberat 24 Kg  beserta 2 tersangka selaku kurir ganja, selanjutnya kedua tersangka dan barang bukti langsung di giring ke Sat Narkoba Polres Sergai.

Setelah di introgasi IR dan M mengaku  mengirim ganja sebanyak  35 Kg di angkut dengan Bus RAPI dan 10 Kg di angkut dengan Bus KUPJ Tour dengan kurir Nasiq  dan telah berangkat terlebih dahulu, Tak ingin  ganja 11 Kg lambai Kasat Narkoba langsung menelpon Sat Narkoba Polres Labuhan Batu dan akhirnya Nasiq bersama 11 Kg ganja berhasil di amankan.

Tersangka 2 kurir berhasil di tangkap  Polres Sergai dan satu tersangka ditangkap di Labuhan Batu kedua tersangka mendapat upah per kilo Rp 400 ribu akan di antar ke Riau dalam pengakuan tersangka sudah dua kali melakukan pertama di Medan  sebesar Rp 11 Kg dan yang kedua 35 Kg  akan di antar ke Riau dengan dua angkutan, Ucap Eko.

Tersangka dijerat pasal 114 (2) subs Pasal 111(2) UU RI No, 35 Tahun 2009 tentang narkotika, ancaman pidana mati, seumur hidup, paling singkat 6 tahun, tersaka dalam pengembangannya memberikan keterangan terputus mata rantai dan kini kedua tersangka dan  barang bukti telah kita amankan, tambah mantan Kapolres Samosir ini. (DR07/BD 01)