Dibahas, Rencana Proyek Penanggulangan Banjir Tebingtinggi

NN – TEBINGTINGGI Kepala Kejaksaan Negeri Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung selaku Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) menyampaikan, pihaknya siap melakukan pendampingan atas rencana pembangunan proyek penanggulangan banjir di Tebingtinggi yang diperkirakan bernilai Rp 700 miliar.

“Kami tim dari TP4D siap melakukan pendampingan terhadap proyek tersebut, terutama masalah ganti rugi lahan, dan berdasarkan pengalaman selama ini untuk wilayah Kota Tebingtinggi persoalan ganti rugi tidak ada bermasalah,” ucap Kajari dalam pertemuan antara Wali kota Tebingtinggi bersama Tim BWS Wil II Sumut terkait rencana pembangunan tanggap darurat penanggulangan banjir di kota Tebingtinggi, yang digelar di Ruang Data Pemko Tebingtinggi, Jumat (2/2/2018).

“Jujur kami sampaikan, saat ini jika langit tampak gelap di daerah Kabupaten Simalungun, kami di kota Tebingtinggi sangat khawatir datangnya banjir lagi, karena kantor Kejaksaan termasuk bagian yang terkena banjir, untuk itu kami berharap BWS berkenan melakukan deteksi dini di hulu Sungai Padang” sebut Fajar Rudi Manurung.

Dengan adanya detiksi dini tersebut, Kajari berharap masyarakat Tebingtinggi dapat mengamankan harta bendanya, terutama warga yang tinggal di bantaran Sungai Padang yang umumnya masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Sedangkan Kepala BWS II Sumatera Utara, Roy Pardede mengatakan, pembangunan proyek itu diperkirakan senilai Rp 700 miliar tersebut, yakni pembuatan tanggul sepanajang Sei Padang dan sodetan Sei-Bahilang yang melintasi Kota Tebingtinggi sebagian wilayahnya termasuk Kabupaten Serdang Bedagai.

Namum untuk pembangunan tersebut, sangat diperlukan kordinasi yang baik antara Pemko Tebingtinggi dan Pemkab Serdang Bedagai dan tentunya dibawah kordinasi Pemerintah Provinsi yakni Gubernur Sumut.

Demikian pula untuk pembongkaran beronjong dari bendungan yang lama, itu bukanlah merupakan aset BWS melainkan Pemerintah Provinsi Sumut, “Kami berharap Pemerintah Kota Tebingtinggi menyampaikan kepada Pemprov, masalah pembongkaran kami BWS siap untuk membantunya,” pesan Pardede.

Menanggapi itu, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan bahwa kota Tebingtinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai sampai dengan saat ini tidak pernah bermasalah soal perbatasan wilayah. “Kami senantiasa selalu berkoordinasi dengan baik, bahkan secara lisan sudah kami bicarakan dengan Bupati Sergai menyangkut penanggulangan banjir di Tebingtinggi,” ujar Umar.

Wali Kota juga menyatakan siap bersama-sama dengan BWS untuk melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemkab Serdang Bedagai, “Saya akan senantiasa siap mendapingi BWS kemanapun untuk hal ini. Jika perlu ke Kementerian PU Pera dan DPR-RI Komisi V saya sebagai Wali Kota Tebingtinggi akan ikut serta bersama-sama dengan Bupati Serdang Bedagai untuk mendampingi BWS, guna merealisasikan proyek ini secepat mungkin,” tegas Umar Zunaidi.- (DR 01)

 

 

Facebook Comments