Erry Berharap Sumut Tuan Rumah Popnas XV

Nusantaranews.co.id, Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry, Medan
Nusantaranews.co.id, Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry, Medan

Nusantaranews.co.id, Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry, Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menargetkan, Sumut harus menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV.

‘’Target ini sebagai upaya untuk mengembalikan citra Sumut sebagai provinsi yang peduli terhadap perkembangan olahraga,’’ tandas Gubsu Erry saat pengukuhan dan pelepasan kontingen Popnas XIV tahun 2017 Provinsi Sumut di aula Martabe kantor Gubsu di Medan, Jumat (8/9/2017).

Turut hadir Danlanud Soewondo Medan yang juga ketua PASI Kolonel Pnb Daan Sulfi, anggota DPRD Sumut Muchrid Nasution yang juga Ketua PRSI, Ketua Umum KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis dan Kadispora Provsu sebagai ketua Kontingen POPNAS XIV Provsu, Baharuddin Siagian serta para atlet, pelatih serta ofisial.

“Atas nama Pemprov dan masyarakat Sumut, saya menyambut baik keikutsertaan kontingen Sumut pada Popnas XIV di Semarang, Jawa Tengah. Dari 17 cabang olahraga yang dipertandingkan, Sumut akan mengikuti 15 cabang olahraga,” ujar Erry.

Dalam kesempatan itu, Erry berpesan kepada seluruh atlet agar dapat menjaga nama baik Sumut. Sebab dalam kegiatan tersebut, seluruh atlet akan berinteraksi kepada seluruh pelajar dari 34 provinsi di Indonesia. Tentu kesempatan itu jangan disia-siakan, diharapkan seluruh atlet dapat menjaga nama baik Sumut sekaligus menjadi duta Sumut di tingkat nasional.

“Jadi kalau di sana nanti ada pertemuan, saling interaksi sampaikanlah salam Sumut dan tanamkan rasa bangga menjadi masyarakat Sumut. Kalian harus menanamkan rasa bangga karena kalian ini mewakili sekian ribu pelajar di Sumut. Artinya, kalian bukan hanya membawa nama sendiri, melainkan sudah membawa nama Sumut. Makanya, bawa sense of belonging provinsi ini, dengan begitu akan muncul rasa berjuang untuk dapat berprestasi,” papar Erry.

Selain itu, Erry mengharapkan dengan jumlah penduduk Sumut sebanyak 14 juta orang, maka Sumut saat ini berada pada peringkat 5 di Indonesia. Oleh karenanya dalam setiap even apapun, Sumut harusnya dapat masuk dalam lima besar peringat teratas.

“Kalau kita lihat dalam Popnas tahun 2015 lalu di Jawa Barat, Sumut memperoleh 6 emas, 9 perak dan 11 perunggu serta menduduki peringkat 10 nasional. Artinya, kalau tahun ini kita berada di atas peringkat 10 nasional maka tahun ini kita lebih jelek, tapi kalau tahun ini kita berada di bawah peringkat 10, pastinya prestasi tahun ini kita lebih baik, makanya saya harapkan Sumut bisa meraih prestasi sebanyak-banyaknya,” papar Erry.

Dikatakan Erry, Pemprov Sumut juga berkomitmen untuk menggiatkan olahraga, hampir setiap bulan ada even olahraga yang digelar oleh Pengprov yang cabang olahraganya ada di lebih dari setengah kabupaten/kota di Sumut. “Kita memiliki 60 cabang olahraga, yang aktif ada 30 cabang olahraga. Kalau dibagi 12 bulan dalam setahun, minimal bisa dua hingga tiga cabang olahraga yang menggelar kejurda memperebutkan piala Gubsu dalam setiap bulan dan ini sudah kita lakukan dari tahun lalu,” terang Erry.

Sementara untuk mengembalikan citra Sumut sebagai Provinsi yang peduli terhadap perkembangan olahraga, Erry menyebutkan kalau tahun depan Sumut dapat menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Popnas. “Tahun ini kita sudah sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (02SN), tahun depan kita juga tuan rumah MTQ nasional, makanya kita berharap Sumut juga bisa menjadi tuan rumah Popnas tahun depan,” kata Erry.

Kadispora Provsu Baharuddin Siagian mengatakan, jumlah kontingen Sumut yang diberangkatkan mengikuti Popnas XIV di Semarang, Jawa Tengah pada tanggal 10 sampai dengan 21 September, berjumlah sebanyak 220 orang, yang terdiri dari ketua, wakil ketua, pendamping dan atlet dari 15 cabang olahraga serta pelatih.
“Kami harapkan kontingen yang kita berangkatkan ini bisa mencapai puncak prestasi dalam Popnas XIV di Semarang,” katanya.

Pemprov Dan DPRD Sumut Sepakat Waspadai Gratifikasi Nusantaranews.co.id, Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry, Medan
Pemprov Dan DPRD Sumut Sepakat Waspadai Gratifikasi Nusantaranews.co.id, Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry, Medan

Pemprov Dan DPRD Sumut Sepakat Waspadai Gratifikasi
Nusantaranews.co.id, Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry, Medan – Pemerintah Provinsi bersama DPRD Sumut sepakat untuk tidak melakukan korupsi, terutama dengan mewaspadai berbagai bentuk gratifikasi.

‘’Suatu pemberian menjadi gratifikasi yang dianggap suap jika terkait dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajiban atau tugas penerima,’’ sebut Gubsu Erry di acara Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Pemerintah Provsu di Grand Aston Medan, Jumat (8/9/2017).

Hadir Head Group Direktorat Gratifikasi KPK RI Sugiharto, Ketua DPRDSU Wagirin Arman, sejumlah Wakil Ketua dan anggota DPRD Sumut lainnya, Kepala Inspektorat Sumut OK Hendry dan sejumlah SKPD Provsu.

Pada kesempatan itu Gubsu mengatakan defenisi gratifikasi yaitu pemberian uang, barang, rabat (diskon) komisi atau fasilitas lainnya, baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektonik.

“Defenisi di atas menunjukkan bahwa gratifikasi sebenarnya bermakna pemberian bersifat netral. Suatu pemberian menjadi gratifikasi yang dianggap suap jika terkait dengan jabatan dan bertentangan dengan kewajiban atau tugas penerima. Hal ini sesuai defenisi didalam UU no.20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU no.31 tahub 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujar Gubsu.

Oleh karena itu Gubsu mengatakan Undang-Undang memberikan kewajiban bagi Pegawai Negeri atau penyelenggara negara untuk melaporkan pada KPK setiap penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas atau kewajiban penerima.

Di samping itu kata Gubsu ,pengendalian gratifikasi merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk mengendalikan penerimaan gratifikasi secara transparan dan akuntabel melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif badan pemerintah ,dunia usaha dan masyarakat untuk membentuk lingkungan pengendalian gratifikasi.

Oleh karena itu Gubsu memiliki harapan besar kepada sosilisasi pengendalian gratifikasi, untuk bersama tekat untuk mencegah korupsi dilingkungan Pemprov Sumut.

“Sosialisasi ini diharapkan bukan hanya sebatas seremonial, tetapi merupakan komitmen untuk menjadikan suatu institusi yang memiliki tata kelola pemerintah yang baik, ” harap Gubsu.

Hal senada juga dikatakan Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman bahwa sejak 2016 DPRD dan Pemprov Sumut bersama menegakkan anti korupsi. Ini disebabkan karena permasalahan hukum (korupsi) yang terjadi beberapa tahun lalu yang melibatkan pimpinan daerah dan sejumlah anggota DPRD Sumut.

“Ini yang membuat kita khususnya saya merasa malu, padahal Sumut dahulunya dikenal sebagai barometer kebijakan misalnya setiap pejabat yang pernah menjabat harus melalui daerah ini untuk mendapat posisi penting di pemerintah pusat,” ujarnya.

Maka kata Wagirin, baik DPRD dan Pemprov Sumut untuk memulihkan nama Sumut di tingkat nasional dengan cara penegakkan anti korupsi.

Sementara Kepala Inspektorat menjelaskan melalui instansinya diluncurkan ‘Salam Sumut Paten’ yang bertujuan agar masyarakat bisa melakukan pengaduan kepada pemerintah baik yang sifatnya pelayanan hingga adanya indikasi dari korupsi.

Di tempat yang sama, Head Group Direktorat Gratifikasi KPK RI Sugiharto menjelaskan bahwa gratifikasi merupakan awal dari prilaku korupsi khususnya yang ada kaitannya dengan jabatan.

“Awalnya seperti pemberian hadiah, yang dapat mempengaruhi pejabat merasa tidak masalah hingga akhirnya bila pemberian hadiah tidak diberikan bisa menjadi terkendala,” katanya.

Menurutnya ada perbedaan gratifikasi antara suap dan pemerasan, yang bertujuan dengan korupsi. “Oleh karena itu bila ada yang memberi hadiah kita harus waspada, apakah ada unsur yang terkait dengan suap atau pemerasan,” jelas Sugiharto seraya menegaskan gratifikasi yang tidak boleh diterima adalah gratifikasi terlarang yang berhubungan dengan jabatan.

Satyalancana Ini Untuk Seluruh Penggiat Koperasi Di Sumut  Nusantaranews.co.id, Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry, Medan
Satyalancana Ini Untuk Seluruh Penggiat Koperasi Di Sumut
Nusantaranews.co.id, Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry, Medan

Satyalancana Ini Untuk Seluruh Penggiat Koperasi Di Sumut
Nusantaranews.co.id, Sumatera Utara, Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry, Medan – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menyampaikan apresiasi sekaligus terima kasihnya atas raihan penghargaan Satyalancana Pembangunan dari Presiden RI Joko Widodo untuk bidang Koperasi dan UKM dua bulan lalu di Makassar.

Penghargaan itu dinilai bukan hanya ditujukan kepada Gubernur, melainkan kepada semua penggiat gerakan koperasi di Sumut. “Saya ucapkan selamat kepada seluruh warga gerakan koperasi di Sumut, dengan harapan di masa mendatang akan tetap jaya dan dapat memberikan sumbangan penting bagi kemajuan perekonomian masyarakat.

Terimakasih juga karena Satyalancana yang saya terima dari Presiden. Sebenarnya saya hanya mewakili, sebab penghargaan itu pada dasarnya adalah untuk gerakan koperasi di Sumut,” ujar Gubernur pada acara Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-70 tahun 2017 Sumatera Utara, di Hotel Danau Toba Medan, Jumat (8/9/2017).

Hadir dalam kegaitan tersebut Kepala Dinas Koperasi dan UKM, M Zein Siregar, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sumut Jabmar Siburian, perwakilan DPRD Sumut, unsur Forkopimda Sumut, para Kepala Dinas Koperasi dan UKM kabupaten/kota, perwakilan BUMN/BUMD, serta Ketua Dekopinda kabupaten/kota dan para penggiat koperasi.

“Kita harus menyadari, masih banyak koperasi yang belum berhasil, mulai masalah internal seperti permodalan dan menghadapi persoalan pandangan negatif, pesimis sebagian masyarakat terhadap peran dan fungsi koperasi,” sebut Gubernur.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM RI, sumbangan koperasi terhadap perekonomian Indonesia pada angka 3,9 persen. Meskipun meningkat dua kali lipat dari dua tahun sebelumnya, jika dibanding negara lain seperti Perancis (18 persen), Belanda (18 persen) dan Selandia Baru (20 persen), persentasenya masih jauh di bawah.

“Inilah pekerjaan besar kita, agar kontribusi koperasi terhadap perekonomian kita meningkat secara drastis. Makanya saya juga selalu ingatkan kepada Kepala Dinas agar fasilitas seperti gedung koperasi digunakan sebagai pusat Koperasi Sumatera Utara,” ungkap Erry.

Karenanya, pada momentum Hari Koperasi ke-70 ini, seluruh pelaku koperasi di Sumut diajak untuk meneguhkan dan menggelorakan kembali semangat gerakan dan reformasi koperasi. Sehingga bisa berkompetisi, bersaing dengan perusahaan swasta dan korporasi BUMN/BUMD. Begitu juga dengan kekuatan gotong royong bersama agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang begitu cepat.

Selain itu, melalui momentum hari koperasi dengan tema ‘Koperasi Kuat Menjamin Pemerataan Ekonomi Mewujudkan Keadilan Sosial’ ini, Gubernur mengharapkan koperasi menjadi satu faktor mempercepat pertumbuhan perekonomian yang bertumpu pada azas kerakyatan. Apalagi dengan tema ini menunjukkan bahwa gerakan ini ingin melakukan perubahan cepat untuk menjadi wadah mandiri dan kreatif dalam peningkatan pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan dan menurunkan angka pegangguran.

“Reformasi total perlu dilakukan dengan langkah terencana, konsepsional dan berkesinambungan meliputi rehabilitasi (pemutakhiran data, penertiban dan pengawasan), reorientasi (kuantitas menjadi kualitas) serta pengembangan,” jelas Erry.

Sementara Ketua Dekopin Sumut Jabmar Siburian menyampaikan terimakasih atas perhatian Gubernur yang cukup tinggi kepada perkembangan dunia perkoperasian di seluruh kabupaten/kota. Apalagi untuk pengusaha pemula, Bank Sumut memberikan keringanan suku bunga dengan hanya 6,99 persen, yakni berada di bawah suku bunga nasional.

Dalam kegaitan tersebut, Gubernur Erry juga memberikan piala dan piagam penghargaan kepada penggiat koperasi yang berprestasi dalam memajukan perkoperasian di Sumatera Utara. Sebaliknya, Gubernur juga mendapat penghargaan atas jasa memajukan koperasi di Sumut selama masa kepemimpinannya dari Dekopin Sumut.

(BD04)

Facebook Comments