Oknum Shabara Polrestabes Medan Pukul Anak SMAN 5 Medan.

M.Pati Silmi (17) babak belulur dianiaya oknum Shabara Polrestabes Medan
M.Pati Silmi (17) babak belulur dianiaya oknum Shabara Polrestabes Medan

Medan,NusantaraNews.co.id – Oknum Kepolisian Shabara Polrestabes Medan  Menghaniaya Anak Baru Besar pada saat Mengadakan Sahur On The Roud di Kota Medan.

Salah Satu Anak sekolah SMA Negeri 5 Medan M.Pati Silmi(17) kini dirawat di RSU Mitra Medika Jalan KL Yos Sudarso Km.7,5 Tanjung Mulia. di Lt.4. Kls.II Ruang: 417  penghaniayaan oleh Oknum Shabara Polrestabes Medan jalan Putri Hijau  pada Saat Menggadakan Sahur On the Roud, kejadianya di Depan Hotel Grand Aston Jalan Balai Kota pada Pukul 05:00 Wib, Minggu (10/06)

Saat di konfirmasi oleh NusantaraNews.co id pihak Orang Tua, Pati juga  menjelaskan dan menceritakan kronologis atau  kejadian yang di alami oleh anaknya. “  awalnya saya tau kalau anak saya sedang ikut acara sahur on the roud bersama teman teman sekolahnya karena baru tamat itu, saya kasih lah dia keluar dengan izin saya” ujar  Ir.Armen Orang Tua Korban Saat Di konfirmasi. Senin (11/06/2018)

Ir.Armen Orang tua korban menggetahuin  anaknya di aniayah dan diamankan oleh pihak Shabara Polrestabes Medan dari seorang teman sekolahnya yang memberitahu Kepada Armen saat handpone Seluler anaknya terjatuh.

“anak saya di kejar oleh oknum Shabara dan di tendang, spontan anak saya menggerem dan terjatuh mengenahi mobil pribadi dan mobil pribadi itu milik orang yang tidak di ketahui, lantas anak saya di pukulin di pijak – pijaikin sama oknum shabara ada sekita 10 Orang’’ katanya

“dari situ anak saya di bawak ke pos yang ada di simpang dan anak saya di situ juga di sergap oleh oknum jadi baju anak saya koyak tidak lama kemudian anak saya di bawak ke markas shabara dalam perjalan tukang supir yang membawak anak saya mengatakan kepada kawan kawanya INI ADA TERSANGKA BARU KITA IKAT AJA ujar Supir Shabara , katanya begitu “ Jelasnya Armen

Adapun harapan dari Ir. Armen Orang Tua korban menyampaikan, saya minta hal ini di tuntaskan sebaik-baiknya agar tidak kenak dimasyarakat dan kalau bisa bapak kapolda sumatera utara turun tanggan untuk mendalami motivnya ini karena tidak ada prikemanusian terhadap anak saya” katanya

 

(M.diq)

Facebook Comments