Sambut Ramadhan, Garda Pemuda NasDem DPW Sumatera Utara Donor Darah

Medan, Nusantaranews.co.id – Dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H, Garda Pemuda NasDem DPW Sumatera Utara melaksanakan donor darah yang dipusatkan di Sekretariat DPW Partai NasDem Sumatera Utara, kawasan Monginsidi Medan, Rabu (16/5).

Kegiatan yang diikuti oleh 50 pengurus Garda Pemuda NasDem DPW Sumatera Utara, dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian Garda Pemuda NasDem pada sesama yang membutuhkan darah. Hal ini dikatakan oleh Ketua Garda Pemuda NasDem DPW Sumatera Utara yang disampaikan oleh Sekretaris, Defri Noval Pasaribu, SE.

“Seperti kita ketahui, jelang dan saat Ramadhan, biasanya stok darah di PMI berkurang. Karena enggannya masyarakat mendonor saat menjelang atau saat bulan puasa Ramadhan. Maka Garda Pemuda NasDem Sumatera Utara ingin menepis anggapan yang salah tersebut,” jelas Defri.

Dengan melakukan donor menjelang ramadhan, setidaknya membantu menambah persediaan darah pada PMI Sumatera Utara. “Kita laksanakan donor menjelang ramadhan, karena selain instruksi dari DPP Garda NasDem juga ingin ikut meringankan dan menambah persediaan darah di PMI Sumatera Utara,” jelasnya

Tentunya donor yang dilakukan oleh Garda Pemuda NasDem Sumtera Utara ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan darah untuk keperluan transfusi dan lain-lain, tambah Defri lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Defri Noval Pasaribu, SE yang didampingi pengurus antara lain dr. Indri Mahrani Nasution,M.Kes.Sp.PA, M. Hadika Wahyu, ST, Mustarum, Dicky Zulkarnain, SE, Linny Syahfitri, SH, Elviana, SH, H. Lismardi Hendra, SE, Robbi Hartono,ST, Risdianto, ST, Affandi,ST.MT, Syapala, SE, Erick, T. Azmir Syahputra, Mitha, Elladira,S.Sos, Supiani, M.Harmain dan Jasmir Buyung. Garda Pemuda NasDem Sumatera Utara, ingin memberikan contoh positif bagi masyarakat.

“Anggapan yang berkembang di masyarakat, donor darah tidak diperbolehkan saat puasa. Anggapan salah ini yang coba diluruskan oleh Garda Pemuda NasDem dengan melakukan donor menjelang puasa ini. Donor darah saat puasa dibolehkan, sepanjang tidak mengganggu puasa, tidak menimbulkan bahaya dan akibat buruk terhadap si pendonor setelah melakukan donor darah sehingga ia harus membatalkan puasanya,” terang Defri.

Mengapa masyarakat harus tetap mendonorkan darahnya? Selain untuk menjaga kesehatan, lanjut Defri, juga untuk menambah persediaan darah yang pada bulan ramadhan sampai saat lebaran, persediaan darah sangat kurang.

“Banyak kasus yang terjadi, stok darah menipis selama puasa sampai pada saat lebaran, stok darah akan sangat sulit dicari oleh yang memerlukan. Hal ini memerlukan sosialisasi kepada masayarakat yang masih enggan melakukan donor darah saat puasa ramadhan. Sehingga, dengan pemahaman bahwa donor darah tidak membatalkan puasa, membuat masyarakat tetap antusias mendonor dan stok darah pada ramadahan dan lebaran tetap aman,” harap Defri Noval mengakhiri.

(BD04)

Facebook Comments