Tinggal Sebatang Kara Zainab  Nenek 80 Tahun di Jeput Kapolres Sergai

Kapolres Sergai AKBP. Arman Pasaribu menjemput lansung Zeinab dari gubuk reotnya di Dusun I Penjemuran, Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Sergai

NusantaraNews.co.id Hidup sebatang kara dan tinggal di gubuk reot  membuat  warga serta Kapolres Sergai AKBP. Arman Pasaribu  langsung membawa nek Zainab (80) dari gubuknya di Dusun I Penjemuran, Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Sergai  ke klinik Polres Sergai Jumat (11/5) sekira pukul 14:30 WIB.

Zainab yang menjadi viral seorang wanita tua yang hidup di sebuah gubuk reot berukuran 3×3 meter ini dengan makan dari belaskasian warga bahkan untuk kebutuhan air minum ia harus mengambil dari air parit ini menggugah hati perwira melati dua  dan langsung menjemput Zainab dari gubuk berdinding tepat dan karung goni  lalu  dibawa menggunakan mobil patroli, setiba di Mapolres Sergai  kondisi kesehatannya langsung di cek dengan tengsi darah 160  hingga pihak Polres dan Dinsos berencana akan merawat Zeinab ke Rumah Sakit Sultan Sulaiman selanjutnya akan dibawa ke panti jompo di Binjai.

“ Tidak ada niat lain hanya panggilan hati saja, kondisi rumahnya sangat tidak layak di huni kita kwatir jika hujan lebat dan angin kencang rumahnya akan rubuh dan membahayakan jiwanya” ucap AKBP. Arman Pasaribu.

Zainab saat di gendong wartawan dan personil Polsek Firdaus menuju Mapolres Sergai

Kisah Zainab adalah seorang janda yang ditinggal mati  suaminya Alm Tajud 20 tahun silam, dari suaminya itu Zainab dikaruniai dua orang anak, namun kedua anaknya itu meninggal saat itu Zainad tinggal di Desa Sei Sejenggi, Kec Perbaungan, Sergai. Beberapa tahun menjanda Zeinab kembali menikah dengan  Zainul tapi pernikahan itu juga singkat Zainul meninggal dan hanya  menyisakan  anak tiri bawaan Zainul dan tinggal di Desa Silau Rakyat.

Seiring waktu berjalan harta benda bawaan Zainab pun mulai terkikis habis hingga akhrinyanya untuk tempat tinggal harus menumpang di tanah minil Ucok di gubuk itu lah Zeinab tinggal dan hanya di temani seekor kucingnya, untuk makan Zeinab hanya menunggu belas kasihan warga sedangkan keluarganya  kurang peduli.

Mirisnya jika Zeinab haus ia terpaksa mengambil air dari parit lalu di masak menggunakan tunggu kayu, bahkan kondisi ini sudah hampir 8 tahun dirasakan Zeinab, kini doa Zeinab mulai terkabulkan sesosok orang yang peduli langsung datang menghampirinya,  Sekretaris Dinas Sosial Elinda yang mengetahui Zeinab di bawa Kepolres Sergai langsung tiba dan meminta pihak desa segera mengurus BPJSnya dan akan di rawat ke RS. Sultan Sulaiman Sergai dan secepatnya akan di tempatkan di panti jompo.

“ Saat ini kami segera mengurus BPJSnya  dan pihak Polres juga berencana membawa Zeinab ke panti jompo jika dari Dinsos terlalu banyak persyaratannya mungkin jika dari Polres Sergai prosesnya lebih mudah” ucap Elinda.

Zeinab dengan terbata-bata mengatakan sudah 8 tahun menjadi sebatang kara untuk bertahan hidup ia hanya menunggu belas kasian warga, setiap hari ia hanya bisa tidur di dalam gubuknya itu berharap untuk hidup layak  hanya menjadi i mimpi buatnya “ Saya hanya bisa berdoa saja semoga Allah memberikan kesehatan kepada saya bagi saya hanya mimpi bisa hidup layak saya hanya menunggu ajal  menjemput saja” ucapnya terbata-bata.( DR01)

Pemeriksaan kesehatan diklinik Polres Sergai didampingi Kapolres Sergai AKBP. Arman Pasaribu

Facebook Comments