Tukang Kusuk Jadi Direktur PT, Mantan Napi Jadi Komisaris Gak Taunya Sikat Uang Pencari Kerja

0
29

SR, Perbaungan – Terjawab sudah  apa yang  selama ini menjadi pertanyaan bagi 888 orang   calon  pelamar kerja  PT CPRA (Cahaya Pelita  Riau Abadi) tentang, status  mereka setelah  ditangkapnya 4 petinggi  perusahaan tersebut. Oleh Polsek  Perbaungan  Polres Serdang Bedagai. Sejak  Rabu kemarin  (24/5 ) ternyata perusahaan tersebut fiktif.

Polisi  juga telah menyita aset  perusahaan beralamat di Jln Kabupaten Desa  Kota Galuh Kec Perbaungan, Kab. sergai,  berupa Dokumen  Pelamar kerja,dan peralatan kantor.

Keempat petinggi  PT CPRA  yang di tahan  berinisial NS alias Ngatirin(60) warga  Jln.  Perdamaian Lingkungan Tempel Rt. I No 57  Kelurahan  Simpang Tiga Pekan, Kec. Perbaungan Kab Sergai. Sebagai  Direktur Utama, Informasi yang di terima Profesi  sehari harinya sebelumnya Tukang Kusuk

Sementara ARP alias Agus( 37) alamat dusun V Desa  Lubuk Rotan, Kec. Perbaungan, Kab Sergai. Sebagai  wakil direktur, profesi  sehari-harinya  tidak mempunyai pekerjaan tetap.

Sedangkan S alias gogon (32) alamat dusun Ladang lama I Desa Sei Buluh, Kec. Teluk Mengkudu, Kab. sergai  sebagai  Direktur Produksi, profesi  sehari – harinya  tidak mempunyai pekerjaan tetap.

Otak dari  kejahatan tersebut diatas  adalah  AN alias Amin  Purba  (343)  alamat Dusun III, Desa Pon, Kec.  Sei  Bamban, Kab. Sergai, sebagai Komisaris  PT  CPRA.,

“Modus yang dilakukan para tersangka  menjanjikan suatu pekerjaan  menjadi karyawan PT CPRA  untuk di pekerjaan  penggemukan sapi, anehnya sapinya nggak ada, lahannyapun tidak punya. Sementara 888  pelamar sudah di minta  uang  Rp1juta/orang ,” ungkap  AKBP Eko Suprihanto SH,Sik MH, Kapolres Sergai.

“Dari 888 pelamar, baru tiga yang melapor  mewakili 200 Pelapor lainya, mungkin nantinya ada yang nyusul lagi,” tambah AKBP Eko.

 

Kapolsek Perbaungan AKP AMDI Karma didampingi oleh Kanit reskrim  Ipda Manto  Pandiangan  dalam lirisnya menyatakan  bahwa  yang punya peran dalam  kasus  tersebut adalah   tersangka  AN alias Amin Purba.

Dia sendiri yang menggangkat jabatannya  sebagai komisaris  di Perusahaan tersebut dan dia juga yang menyuruh  untuk memungut uang pelamar, pengakuan  para tersangka, uangnya  sudah habis.

 

“Kami sudah  gelar perkara dengan JPU, dan  Surat Pemberitahuan  Dimulainya  Penyidikan  (SPDP ) sudah kita kirimkan ke JPU,” kata Kapolsek.

Hasil penelusuran  Media Tribrata News  Sergai , AN alias  Amin Purba  pernah di tahan  Sat Reskrim Polres Sergai tahun 2013 dalam kasus penipuan dan atau penggelapan  di laporkan  Tina  Suriatin  warga  Perumahaan  Ali Toa, Desa Firdaus.

“Betul bang, aku ditahan selama satu tahun  di LP Tebing Tinggi dalam kasus penggelapan,” kata  AN  dari balik jeruji Polsek Perbaungan.

Sebelumnya, sekitar bulan Februari 2017, PT CPRA membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakat umum. Terutama  bagi usia 20 hingga 30 tahun untuk di pekerjakan tempat penggemukan sapi milik  PT CPRA.

Dengan  gaji antara Rp  3 juta hingga 7 juta  tergantung pekerjaan, kepada  pelamar diwajibkan membayar Rp 1 juta/orang. Namun, hingga  saat yang ditungu- tunggu  pekerjaan yang di janjikan  tidak terealisasi, sehingga menimbulkan ketidak kepastian.

Berkat pendekatan  jajaran Polres Sergai pelamar kerja yang beberapa melakukan aksi demo  mengarah perbuatan anarkis  dapat diredam. (BD01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here