Tukang Sedot WC Tumpat Tewas di Gilas KUPJ Miliki 3 Orang Anak

 Jenazah Ramlan di RS. Trianda Pasar Bengkel

NN-SERGAI- Tragis menimpa Ramlan (33) pengendara kreta Honda Supra X BK 2261 LM yang tinggal di Ladang Lama Dusun II, Desa Sei Buluh, Kecamata Teluk Mengkudu, Sergai ini tewas dengan luka parah di tabrak mini bus KUPJ BK 7119 DO jurusan Medan- Duri di Jalinsum Medan Tebing Tinggi tepat di KM 45-46  persimpangan Tanjung Buluh, Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Sergai Sumatera Utara Minggu (11/3) sekira pukul 01:50 WIB. sadisnya lagi pasca kejadian  supir KUPJ malah kabur.

Keterangan di himpun www.nusantaranews.co.id  Ramlan  bersama rekannya menghadiri pesta pernikahan rekannya di Sei Buluh, setelah berjam-jam di lokasi pesta sambil menikmati hiburan organ tunggal akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang kerumah,  Ramlan pun berniat pulang namun terlebih dahulu mengantarkan rekannya ke simpang Sei Buluh, setiba di lokasi kejadian tepatnya di persimpangan rekan Ramlan pun turun dan berlalu pergi  meninggalkan Ramlan. Saat itu pula Ramlan yang hendak putar arah dari kiri hendak menyebrang ke kanan tukang sedot wc tumpat ini di duga tidak memperhatikan bini bus KUPJ yang melaju dari Tebing Tinggi menuju Medan itu langsung menyebrang.

Braak ! tepat bagian kanan kreta di hantam bagian depan bini mus KUPJ  posisi  bapak tiga  anak ini di bawah kolong mini bus terseret sejauh lima meter, sedangkan kreta ringsek, luka dibagian rahang yang patah, robek pada kepala, kaki kiri patah dan paha kiri robek, oleh warga  Ramlan di larikan ke RS. Trianda Pasar Bengkel. Naas kondisi luka parah menghembuskan nafas terakhir.

Petugas Pos Lantas Sei Sejenggi yang mendapat informasi langsung turun kelokasi kejadian, sepinya penumpang bus dan supir tidak berada di tempat membuat petugas hanya mengamankan ke dua kendaraan sedangkan jenazah Ramlan langsung di jemput pihak keluarga “ Kurang tahu persis kejadiannya pengendara kreta saat itu hendak menyebrang lalu datang mini bus dan menabraknya sedangkan supir sudah kabur dan penumpang sekitar tujuh orang juga langsung pindah ke bus lain” ucap para warga.

Hidup Susah Miliki 3 Orang Anak Yang masih Kecil

Ratih (32) tak lain istri korban kepada www.nusantaranews.co.id  dirumah duka mengatakan suaminya yang keseharian bekerja sebagai tukang sedot wc tumpat itu pamit dari rumah untuk menghadiri pesta pernikahan kawannya di Sei Buluh, bahkan Ratih sempat menghubungi suaminya itu untuk segera pulang karena sudah larut malam “ Aku sempat telpon untuk pulang dan Ramlan menjawab memang hendak pulang namun mengantarkan kawannya terlebih dahulu” ucap Ratih.

Ratih mengaku tidak ada firasat buruk akan kehilangan suaminya tersebut namun malam itu anak bungsu dari tiga bersaudara buah cinta mereka  susah tidur dan rewel “ Cuma malam itu anakku yang paling kecil rewel susah tidur makanya aku telpon supaya cepat pulang” ucap Ratih lagi.

Ratih juga bingung menghidupi ketiga anaknya yang masih kecil dan dua masih sekolah “ Yang paling besar kelas 3 SD, nomor 2 kelas 1 SD dan yang kecil masih usia 14 bulan inilah bingung bagai mana melanjutkannya” tutur Ratih sedih.

Untuk membantu ekonomi rumah tangganya Ratih juga menjadi buruh panam padi dikala musim tanam tiba namun jika tidak musim taham ia hanya berdiam diri di rumah “ Untuk mencukupi  ekonomi rumah tangga aku juga bekerja sebagai buruh tanam padi bila musim tanam tiba tapi kini aku juga bingung untuk meneruskan hidup ketiga anakku” ucapnya sambil menitikkan air mata.

Kasat Lantas Polres Sergai AKP. Slamet mengatakan telah menangani kasus laka lantas tersebut “ Akibat kejadian itu pengendara kreta tewas kedua kendaran sudah kita amankan sedangkan supir KUPJ masih dalam pencarian” ucap Slamet.

Pantauan  www.nusantaranews.co.id jenazah Ramlan di makamkan di perkuburan muslim tak jauh dari rumah mereka ( DR01)

Facebook Comments