Wali Kota : Kita Akan Lakukan Tindakan Tegas Pemotongan Gaji Honorer

0
358
?????????????????????????????????????????????????????????

NN – Tebing Tinggi Wali Kota Tebingtinggi Ir.H Umar Zunaidi Hasibuan menyatakan,siapapun pegawai baik itu PNS (Pegawai Negeri Sipil) maupun honorer dilingkungan pemerintah kota Tebingtinggi jika tidak disiplin tentu ada sanksinya.Tapi masalah pungutan liar (pungli) tentunya ini tidak bisa ditolelir.

Hal itu ditegaskan Wali Kota seusai menerima Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) kepada wartawan terkait pemecatan terhadap 3 (tiga) pegawai tenaga honorer pada Dinas Kominfo,Senin (15/11) dikantor Wali Kota Jalan Sutomo Tebinggtinggi

Dijelaskan Wali Kota,bahwa berdasarkan informasi yang terimanya pemberhentian terhadap 3 (tiga) pegawai honoroer tersebut dikarenakan tidak disiplin yakni jarang masuk kerja.” Itu informas awal yang saya terima,tapi kita tengok lebih detailnya lagi terkait pemecatan tersebut “ kata Umar Zunaidi

Menyinggung tentang adanya pemotongan gaji pegawai tenaga honorer  sebesar Rp 100.000/bulan di Dinas Kominfo,Wali Kota menyatakan akan melakukan tindakan tegas.”Kalau ada pemotongan gaji tidak pada tempatnya dan ada buktinya tentu ini kita tindak lanjuti” tegas Umar Zunaidi

Sebelumnya,Sekdako Tebingtinggi H.Johan Samose Harahap,SH,MSP menjelaskan bahwa soal pemecatan itu masih dalam proses dan pemeriksaan pihak Inspektorat.”Kita sudah men-disposisikannya kepada inspektorat untuk melakukan pemeriksaan soal pemecatan dan pemotongan gaji (pungutan liar) terhadap pegawai tenaga honorer dinas kominfo.Selanjutnya hasil pemeriksaan tersebut akan kita serahkan kepada Wali Kota” ujar Johan Samose sembari menghindar pertanyaan wartawan lebih jauh tentang pemeriksan tersebut

Sementara itu,Kepala BKD Tebingtinggi melalui Sekretaris Drs Nasib Pujianto ketika di konfirmasi Wartawan melalui telepon selulernya mengatakan,bahwa pemecatan terhadap tiga pegawai tenaga honorer pada Dinas Kominfo seharusnya melalui prosedur terlebih dahulu yakni memberi peringatan secara lisan dan tertulis.

” Pemberhentian itu seharusnya terlebih dahulu melalui prosedur yang berlaku yakni dengan memberi peringatan baik secara lisan maupun tertulis dan bukan langsung dilakukan pemberhentian kerja” kata Nasib Pujianto melalui telepon seluler nya.(DR01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here